dailyvideo

Potret Gairah Industri dan Bisnis Otomotif Indonesia


IIMS 2011 menggambarkan karya asli anak bangsa (Daihatsu A-Concept) kin, anak sekolah diundang oleh peserta pameran (tengah) dan desain booth Mercedes-Benz yang memperoleh penghargaan (kanan)

 JAKARTA,- Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 yang berakhir Minggu lalu, adalah potret gairah terkini industri dan bisnis otomotif. Lebih khusus lagi, permobilan.

Pada pameran yang berlangsung 10 hari tersebut, hampir seluruh produsen mobil, khususnya yang yang berada dalam wadah Gabungan Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), memperlihatkan produk terkini. Tak kalah menarik, `produsen atau peserta pameran menampilkan prototipe mobil ramah lingkungan yang akan dipasarkan sesuai dengan tuntutan konsumen di masa mendatang. Pas dengan tema pameran,”Sustainable Green Technology”.

Kendaraan yang dipamerkan juga makin beragam, baik jenis maupun negari asalnya. Mulai dari kendaraan penumpang kecil hanya untuk dikendarai di dalam kota,sampai truk besar untuk pertambangan dan logging.

Peserta dari negeri China juga makin antusias baik mobil penumpang maupun komersial seperti Geely dan truk berat FAW. Sedangkan dua perusahaan karoseri terkenal di Indonesia, yaitu New Armada dari Magelang dan Adi Putro, Malang masih memperlihatkan eksistensi deengan karya terbaru mereka.

Gadis Seksi Seperti biasanya, sebelum pameran digelar, panitia juga mengadakan seminar tentang prospek industri permobilan di Indonesia dengan mengundang para pakar, mulai dari industrialis sampai pengamat ekonomi, baik domestik maupun manca negara.

Di seminar tersebut disimpulkan, pertumbuhan penjualan mobil yang tinggi, membuat Indonesia kini bukan lagi sekadar dilirik, tetapi diplototi. Ibarat pepatah, “ada gula ada semut”, kini pasar mobil Indonesia, bukan hanya gadis molek, juga seksi , menggoda dan mampu menimbulkan membangkitkan gairah investor untuk berinvestasi di tanah air.

Beberapa produsen menyatakan sudah bersiap menerima kebijakan pemerintah tentang mobil berbiaya murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) di Indonesia. Bahkan begitu bendira kebijakan dikibarkan pemerintah, mereka akan langsung start!

Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) dari Kementrian Perindustrian yang paling berkepenting dengan industri otomotif Indonesia sudah mencanangkan, ”Indonesia akan menjadi negara nomor satu di Asean. Kita akan mengalahkan Thailand.” Ditargetkan, pada 2013, penjualan mobil di Indonesia akan mencapai satu juta unit.

Terlepas dari masalah kemacetan, makin tingginya pertubuhan penjualan mobil, ikut menambah pemasukan kas negara dan daerah melalui pajak. Menurut Johnny Darmawan, Ketua IIMS 2011 dan bos PT Toyota Astra Motor (TAM), produsen yang mendominasi pasar Indonesia, industri otomotif telah menyumbang tidak kurang Rp 80 triliun per tahun. Bahkan termasuk salah satu penyumbang terbesar.

Bisnis dan industri otomotif ikut menyerap tenaga kerja. Termasuk perusahaan yang melakukan investasi. Semua itu diharapkan akan saling memberi stimulan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Perubahan Tren Telah terjadi perubahan tren bisnis dan industri mobil di Indonesia dalam tiga dekade belakangan. Ini bisa dilihat dari mobil-mobil yang dipamerkan, jumlah peserta dan pengunjung.

“Sekarangnya jamannya liberalisasi. Semua produk dengan teknologi mutakhir hadir di pameran ini. Kalau dulu, waktu di Balai Sidang Senayan, pameran memamerkan karoseri karya dalam negeri,” jelas Soebronto Laras, yang pernah menjadi Ketua GAIKINDO pada era 1980-an ketika diminta komentarnya tentang pameran ini setelah meluncurkan Audi A6.

Semangat mobil nasional atau mobnas memang masih ada. Namun, kini tidak lagi berdiri sendiri, tetapi sudah berasimilasi secara internasional. Mobnas juga bukan lagi sekadar produk luar diberi label atau nama nasional. Kebanggaan yang dicari, mobil yang lahir dari gagasan orsinil putra-putri bangsa Indonesia dan bisa diterima secara internasional.

Merek asing, khususnya Jepang, makin berkibar karena menguasai hampir 96 persen pasar Indonesia. Semua tidak bisa lepas dari pola produsen Jepang mengikuti selera pasar. Bahkan, pasar mobil Indonesia membentuk indentitas sendiri. Mobil yang paling banyak diburu konsumen adalah multi-purpose vehicle (MPV) kompak yang bisa memuat 7-penumpang(bersambung)

Posted by snaggate on 9:42 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Potret Gairah Industri dan Bisnis Otomotif Indonesia

Leave comment

Recent Entries

Recent Comments

Photo Gallery